Da’i Kamtibmas Hamka Mahmud Beri 3 Saran dan 2 Buku ke Kapolres Maros

Da'i Kamtibmas, Hamka Mahmud, memberikan 3 Saran dan 2 Buku ke Kapolres Maros, AKBP Devi Sujana, SIK, MH.

MAROS — Silaturahmi perdana Kapolres Maros AKBP Devi Sujana, SIK, MH dengan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Maros berlangsung hangat di Kantor MUI, Jumat 14 Agustus 2026.

Kantor MUI yang berada di sisi selatan Masjid Agung Ar-Rahman itu dihadiri hampir seluruh pengurus utama MUI Maros, termasuk Ketuanya Drs. KH. Syamsul Khalik. Kapolres didampingi Wakapolres Kompol Rosma dan pejabat utama Polres Maros.

Dalam sambutannya, mantan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar itu memohon dukungan para tokoh agama untuk bersama-sama merawat dan memelihara Kamtibmas di Kabupaten Maros.

Da’i Kamtibmas Sampaikan 3 Saran Strategis
Di sela pertemuan, Da’i Kamtibmas Mitra Polri alumni Diklat SPN Batua 2014, Ust. Hamka Mahmud menyampaikan tiga saran kepada Kapolres Maros.

Pertama, terkait pencegahan LGBT. Ia meminta perhatian khusus karena pada bulan Agustus, kaum waria yang bagian dari LGBT kerap ikut serta dalam perayaan Agustusan. Ia mencontohkan kontes fashion show waria di salah satu pesta pernikahan di Kota Maros tahun 2024 yang sempat viral hingga membuat Bupati Maros Dr. H AS Chaidir Syam marah. Saat itu pengurus MUI KH Said Patombongi juga menyampaikan bahwa pihaknya “kecolongan”.

Kedua, penindakan tegas terhadap penjual dan peminum minuman keras. Berdasarkan pengalaman 20 tahun berdakwah di Lapas dan Rutan se-Sulsel, ia menyebut sebagian besar kasus kriminal seperti penganiayaan, penikaman hingga pembunuhan dipicu pelaku dalam keadaan mabuk miras.

Ketiga, pembinaan dan penindakan tegas kepada oknum anggota kepolisian yang gemar minum miras. Ia mengungkit insiden malam Tahun Baru 2026, di mana beberapa oknum anggota menganiaya warga. Insiden itu berujung pada aksi puluhan kerabat korban yang menggeruduk Mapolres Maros pada 1 Januari 2026.

Alasan awal pemukulan disebut karena petasan, namun fakta di lapangan ditemukan oknum tersebut dalam keadaan mabuk miras. Ironisnya, pesta miras itu dilakukan di markas Polres Maros.

Ia juga mengapresiasi ketegasan Kapolres sebelumnya, AKBP Douglas Mahenderajaya, SIK., http://M.Opsla yang mematsus dan mendemosi seluruh oknum yang terlibat, serta memastikan korban mendapatkan pengobatan hingga sembuh.

Serahkan 2 Buku Karya
Menutup sarannya, Penyuluh Agama Islam Kemenag Maros itu menyerahkan dua buah buku karyanya kepada Kapolres Maros. Penyerahan dilakukan oleh Ketua MUI Maros KH Syamsul Khalik.

Dua buku tersebut berjudul DANI (Da’i Anti Narkotika) dan ringkasan disertasinya “Strategi Da’i Siber Indonesia Polri Mewujudkan Kamtibmas di Kabupaten Maros”.

Pemberian buku ini dilatarbelakangi informasi bahwa perwira melati dua tersebut sedang menempuh pendidikan S3. Ia berharap buku tersebut dapat menjadi referensi dalam menjaga Kamtibmas.

Silaturahmi ini menjadi awal sinergi antara MUI Maros dan Polres Maros di bawah kepemimpinan AKBP Devi Sujana untuk menciptakan Maros yang aman dan kondusif. (amd)