Sukainews.com, KEPULAUAN SELAYAR – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan Program Prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan gizi bagi masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil dan ibu menyusui dalam mengantisipasi persoalan stunting serta mendukung pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang unggul khususnya di Pulau Jampea dalam wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar Propinsi Sulawesi Selatan dinilai sangat memalukan. Pasalnya, menu yang disajikan kepada anak-anak Indonesia di Pulau Jampea terkesan asal-asalan dan dianggap tidak sesuai standar.
“Selayar sudah jadi bahan tertawaan banyak orang. Katanya Selayar merupakan daerah penghasil ikan. Berarti banyak ikan di Selayar. Tapi MBG nya saja hanya Ikan Teri Goreng Kering. Sampai-sampai anak kecilpun di TK diberikan menu Ikan Teri Kering dengan alasan gratis. Sungguh memalukan.” ujar salah seorang warga yang tidak ingin identitasnya disebutkan.

Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Pasi’masunggu, Samudin yang dikonfirmasi via selulernya tadi pagi, Senin 22 September mengakui jika dirinya sebagai Koordinator SPPG di Jampea Pasimasunggu. Aktifitas penyaluran MBG mulai dijalankan sejak Kamis 18 September 2025. Ia juga mengakui jika salah satu menu yang disajikan itu adalah Ikan Teri Kering. Itu di hari kedua. Pertimbangannya karena Ikan Teri memiliki gizi tinggi selain bahan menu lainnya belum tersedia di Jampea.” kata dia.
Lalu bagaimana ahli gizi melihat kondisi menu seperti itu. Spontanitas dijawab, justru menu itu petunjuk dan arahan dari ibu Sonia selaku ahli gizi. Lanjut Samudin pada hari pertama kami telah menyalurkan sebanyak 1.085 porsi. Mulai dari TK, SD, SMP dan SMK. Dan menu Ikan Teri Kering itu hanya disajikan dihari kedua pada Jumat 19 September.
Sementara itu Sonia, S.Gz selaku ahli gizi saat dikonfirmasi tidak menampik tudingan itu. Hanya saja ia menyebut jika dihari pertama bukan Ikan Teri Kering melainkan telur rebus. Ikan Teri itu nanti dihari kedua pada Jumat. Ia juga mengakui kalau Ikan Teri Kering memiliki nilai gizi dan protein yang tinggi. Namun menurut pengetahuan anak-anak di Jampea, guru dan orang tua siswa menilai kurang baik.” tandasnya.
Adapun menu yang disiapkan bagi anak TK sampai SD kelas III terdiri dari Nasi 63 gram, Ikan Teri dan sambal tomat 50 gram, tumis kacang panjang 50 gram dan cah kol dengan wortel 75 gram serta 1 buah pisang seberat 50 gram. Sedangkan untuk SD kelas IV hingga anak SMK terdiri dari nasi 100 gram, Ikan Teri dan Sambal tomat 65 gram, tumis kacang panjang 100 gram dan cah kol ditambah wortel 100 gram dan 1 buah pisang seberat 50 gram.” ujar Sonia menjelaskan.
Camat Pasimasunggu, Nur Amin Arsyad yang dihubungi via telpon genggamnya juga membenarkan jika menu ikan kering sempat viral di media sosial. Sebenarnya kendala pertama karena tidak adanya kapal dari Benteng yang akan mengangkut persediaan itu. Di hari pertama menunya telur. Tapi di hari kedua karena sudah terlanjur jalan maka mereka sebagai pengelola sudah kebingunan dan tidak bisa berbuat lagi.
Satu-satunya menu yang tersedia dan bisa mencukupi untuk 1.085 porsi cuma Ikan Teri Kering. Dan secara kandungan gizi oleh ahli gizi Sonia juga siap bertanggungjawab bila terjadi komplain di masyarakat. Bahkan secara kandungan gizi, Ikan Teri Kering itu jauh lebih tinggi gizinya dibanding dengan daging ayam.” kata dia menjelaskan.
Sementara itu Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Drs H Muhtar, MM yang dimintai keterangan persnya soal viralnya menu MBG di SPPG Pasi’masunggu langsung kaget. Kagetnya bukan persoalan viralnya menu MBG yang disajikan akan tetapi beliau merasa kaget sebab setahunya untuk Kecamatan Pasi’masunggu belum berjalan. Kalaupun sudah terlaksana itu hanya orang tua siswa yang menyediakan. Karena tidak ada pemberitahuan kepada Pemda soal MBG di Jampea.” paparnya.
Setelah dijelaskan kepada beliau, Wabup menyatakan bahwa tidak dilaporkan kepada Pemda setempat. Sebagai putra Jampea kata H Muhtar, ia merasa malu jika SPPG Jampea hanya menyediakan Ikan Teri Kering bagi murid dan siswa di Kecamatan Pasi’masunggu. Saking memalukannya karena Selayar memiliki banyak jenis ikan tapi nyatanya cuma menyediakan ikan teri kering pula.” katanya menyesalkan kejadian itu. (M. Daeng Siudjung Nyulle)












