LDK PWM Sulsel-Yayasan Al Markaz Makassar Kolaborasi Pembinaan Muallaf

Penyerahan bingkisan kepada para Muallaf.

MAKASSAR, SUKAINEWS.COM-Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel melakukan kolaborasi dengan Yayasan Islamic Centre Al Markaz Al Islami Jend M Jusuf Makassar untuk pembinaan muallaf. Muallaf adalah sebutan untuk mereka yang baru memeluk agama Islam setelah sebelumnya pindah dari agama atau anutan lama.

Kerjasama ini dilaunching dalam sebuah acara di Masjid Al Markaz Al Islami Jend M Jusuf, Sabtu, 11 Oktober 2025. Launching kolaborasi pembinaan muallaf ditandai dengan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) atau nota kerjasama antara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel dengan Yayasan Islamic Centre Al Markaz Al Islami Jend M Jusuf.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel diwakili oleh Wakil Ketua Dr. Ir. H.M. Syaiful Saleh, Yayasan Islamic Centre Al Markaz Al Islami Jend M Jusuf diwakili Ketua Harian Prof. Dr. Mustari Mustafa, M.A., dan Ketua LDK PWM Sulsel Prof. Dr. Nurhidayat M. Said.

Acara launching dihadiri pula oleh Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar, Dr. Mujahid Djabbar, Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiah Sulsel, Prof. Dr. Hj. Muliaty Amin, sejumlah pengurus LDK PWM Sulsel, dan pengurus Yayasan Islamic Centre Al Markaz Al Islami Jend M Jusuf Makassar.

Menariknya, sebelum acara launching pembinaan muallaf dimulai, terlebih dahulu dilakukan proses pengislaman atau menyatakan diri masuk Islam atas salah seorang non-muslim atas nama Silvester Ongkong. Proses pengislaman dipandu langsung oleh Ketua LDK Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel.

Ketua Harian Yayasan Islamic Centre Al Markaz Al Islami Jend M Jusuf, Prof. Dr. H. Mustari Mustafa, M.Pd., dalam sambutannya, mengatakan bahwa sesuai data pengislaman yang dimiliki oleh Masjid Al Markaz Al Islami Jend M Jusuf, jumlah muallaf sebanyak 4.000 orang lebih. Dari jumlah itu, dominan mereka masuk Islam dengan alasan ingin menikah.

“Hari ini adalah kegiatan awal kita memulai pembinaan keislaman lebih dalam lagi,” katanya. Pembinaan keislaman merupakan upaya untuk melakukan penguatan-penguatan akidah Islam. Penguatan pembinaan ini dilakukan oleh ustadz-ustadz dari LDK PWM Sulsel dan Yayasan Islamic Centre Al Markaz Al Islami Jend M Jusuf Makassar.

“Kita bersyukur dan berterima kasih atas acara ini untuk bisa bersama-sama ke depannya melakukan pembinaan terhadap ummat dan teman-teman muallaf,” katanya.

Wakil Ketua PWM Sulsel, Dr. Ir. KH. Muhammad Syaiful Saleh, dalam tausyiahnya, menjelaskan bahwa LDK PWM Sulsel harus menyasar seluruh komunitas masyarakat yang ada di berbagai daerah. “Ada mereka yang dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk mencari kehidupan dengan cara yang tidak halal,” katanya.

Dijelaskan Syaiful, ada empat hal yang harus diperhatikan dalam pembinaan muallaf. Pertama, harus punya minat atau interest. Kemudian desain, yakni harus punya keinginan untuk membina muallaf dan pembina. Selanjutnya, harus mampu melakukan decision. Terakhir adalah action. Apapun putusan kalau tidak ada action, tidak ada gunanya. Kalau sudah diambil putusan bersama, maka harus dilaksanakan.
“Perkuat kolaborasi, perkuat kerjasama dengan Al Markaz ini untuk melakukan pembinaan ummat,” harap Dr. H. Syaiful Saleh.

Ketua Bidang Pembinaan Muallaf LDK PWM Sulsel, Ustadz Muhammad Yasin, dalam laporannya, menjelaskan sejumlah langkah atau program pembinaan muallaf. Salah satunya adalah menyediakan tempat pembinaan lanjutan muallaf, seperti di Kampus Unismuh Makassar di Jalan Sultan Alauddin, kantor Pusat Dakwah Muhammadiyah di Jalan Perintis Kemerdekaan, dan Masjid Al Markaz Al Islami Jend M Jusuf Makassar.

Ketua LDK PWM Sulsel, Prof Dr Nurhidayat M Said, dalam sambutannya, menjelaskan, Muhammadiyah akan melakukan pembinaan secara total bagi kaum muallaf. “In syaa Allah kita akan bersungguh-sungguh melaksanakan tugas-tugas keummatan dalam membina ummat dan kawan-kawan muallaf, ” katanya. (ams)