Shalat Idul Fitri 1447 H di Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar, Angkat Makna “Al-Aqabah”

Gowa – Pondok Pesantren Darul Fallaah Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar yang berlokasi di Bissoloro, Desa Bissoloro, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, menggelar Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, bertepatan dengan Jumat, 20 Maret 2026.

Pelaksanaan Shalat Id kali ini berlangsung di Masjid Al-Aqabah milik pondok pesantren, yang juga menjadi laboratorium school Unismuh Makassar. Meski tengah dalam proses renovasi menjadi bangunan dua lantai, masjid tersebut tetap digunakan sebagai lokasi utama ibadah.

Masjid Al-Aqabah, yang namanya diberikan langsung oleh KH Djamaluddin Amien—mantan Rektor Unismuh sekaligus pendiri Ponpes Darul Fallaah—diproyeksikan menjadi masjid terbesar di Kecamatan Bungaya.

Bertindak sebagai khatib adalah Dr. Dahlan Lama Bawa, S.Ag., M.Ag., dosen Unismuh Makassar sekaligus Direktur Ponpes Darul Fallaah.

Makna “Al-Aqabah” dalam Kehidupan

Dalam khutbahnya, Dr. Dahlan Lama Bawa menyampaikan pesan mendalam tentang makna puasa Ramadan dan Idul Fitri, serta filosofi “Al-Aqabah”.

Ia menjelaskan bahwa Al-Aqabah bukan sekadar nama masjid, tetapi memiliki makna spiritual yang dalam dalam ajaran Islam. Secara bahasa, Al-Aqabah berarti jalan yang mendaki, sukar, dan penuh tantangan. Dalam kehidupan, makna ini mencerminkan ujian yang harus dilalui manusia.

Menurutnya, di balik setiap kesulitan terdapat kemudahan. Jika ujian dihadapi dengan kesabaran, keikhlasan, dan ketulusan, maka Allah SWT akan mengangkat derajat seseorang hingga mencapai tingkat ketakwaan yang tinggi.

Adapun ciri-ciri orang yang mencapai derajat takwa antara lain:

  1. Hidupnya penuh berkah

  2. Setiap kesulitan diiringi kemudahan

  3. Selalu ada jalan keluar dari setiap masalah

  4. Rezeki datang dari arah yang tidak disangka-sangka

  5. Dimudahkan dalam segala urusan

  6. Kebutuhan hidup tercukupi

  7. Segala sesuatu datang tepat pada waktunya

Menurut Dahlan, pengalaman tersebut telah dirasakan selama 20 tahun perjalanan Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar.

Landasan Al-Qur’an dan Tafsir Ulama

Makna Al-Aqabah juga dijelaskan dalam Al-Qur’an, di antaranya dalam QS. Al-Baqarah ayat 155–157:

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar…”

Ayat ini menegaskan bahwa ujian adalah bagian dari kehidupan, dan kesabaran adalah kunci mendapatkan rahmat serta petunjuk Allah.

Mengutip Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin, Dahlan menambahkan bahwa siapa pun yang sabar menghadapi ujian akan memperoleh derajat takwa, yakni kemampuan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Al-Aqabah sebagai Jalan Menuju Takwa

Dahlan menegaskan bahwa Al-Aqabah adalah jalan menuju derajat takwa. Jalan ini tidak mudah, sebagaimana:

  • Puasa Ramadan yang menuntut menahan lapar dan haus

  • Menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa

  • Menuntut ilmu dengan pengorbanan besar, bahkan jauh dari keluarga

Namun, melalui proses tersebut, seseorang akan mencapai:

  • Ilmul Yaqin (keyakinan melalui ilmu)

  • Ainul Yaqin (keyakinan melalui pengalaman)

  • Haqqul Yaqin (keyakinan sejati)

Dengan iman dan ilmu, Allah akan mengangkat derajat manusia dalam berbagai bidang kehidupan.

Kaitan Al-Aqabah dengan Pembangunan Masjid

Dalam khutbahnya, Dahlan juga mengaitkan konsep Al-Aqabah dengan pembangunan Masjid Al-Aqabah yang tengah berlangsung dengan anggaran sekitar Rp2,8 miliar.

Menurutnya, pembangunan tersebut menjadi bukti nyata janji Allah bahwa di balik kesulitan ada kemudahan. Dukungan datang dari berbagai pihak melalui zakat, infak, dan sedekah, seperti:

  • Gerakan Mendulang Amal

  • Sedekah Semen

  • Wakaf Tegel

  • Lelang buku karya Dahlan Lama Bawa dan santri

Pembangunan ini juga mendapat dukungan dari:

  • Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel

  • Rektor Unismuh Makassar

  • Civitas akademika

  • Santri, alumni, dan orang tua santri

  • Warga Muhammadiyah dan masyarakat sekitar

  • Pemerintah Desa Bissoloro

Semua elemen tersebut menjadi bukti bahwa kemudahan akan datang bagi mereka yang bersungguh-sungguh di jalan Allah.

Nilai-Nilai Al-Aqabah

Dahlan merumuskan nilai-nilai Al-Aqabah sebagai berikut:

  1. Menanam iman

  2. Membimbing ibadah

  3. Menuntun akhlak

  4. Mengamalkan ilmu

  5. Menjunjung amaliah

  6. Hidup mulia dan mati syahid

  7. Bukan sekadar nama, tetapi sarat makna

Kesimpulan

Khutbah ini menegaskan bahwa:

  1. Al-Aqabah adalah simbol jalan hidup yang penuh tantangan, namun menjadi jalan menuju derajat takwa yang tinggi.

  2. Puasa Ramadan melatih kesabaran, keikhlasan, dan pengendalian diri untuk meraih keberkahan hidup.

  3. Al-Aqabah bukan sekadar nama, melainkan filosofi kehidupan yang mendalam.