MAKASSAR – Jamaah Masjid Nurul Muttahid Jalan Toa Daeng III, Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam, Sabtu, 21 September 2025, malam.
Peringatan Maulid Nabi ini dihadiri ratusan jamaah masjid. Hikmah maulid dibawakan oleh Ustadz Ir H Ila Muhammad Jalauddin MA. Peringatan Maulid Nabi kali ini mengambil tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW”.
Dalam ceramah hikmah maulidnya, Ustadz Ila Muhammad Jalauddin, menguraikan akhlak Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Salah satunya adalah Rasulullah adalah seorang yang sangat pemalu. Bahkan saking pemalunya Rasulullah sehingga ketika tersingkap bajunya dan kelihatan betisnya, Rasulullah melompat karena sangat dilihat oleh betisnya. Sementara kita saat ini, kelihatan paha saja, masih bisa tertawa.
Ustadz pun meminta kepada jamaah untuk meneladani Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Sejumlah tokoh masyarakat hadir dalam peringatan maulid ini, seperti Dr H Sulthani SH MH.
Pada peringatan maulid tersebut, panitia menyuguhkan sejumlah acara yang diperagakan oleh ibu-ibu majelis taklim dan anak-anak santri. Dibagikan pula telur hiasan, sokko/kaddo minyak yakni nasi kuning minyak atau biasa disebut kaddo minyak oleh masyarakat Sulawesi Selatan.
Maulid Nabi adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW. Di Indonesia biasanya dirayakan pada tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Peringatan ini merupakan ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
Sejarah Maulid Nabi
Peringatan Maulid Nabi pertama kali dilakukan oleh Raja Irbil, Muzhaffaruddin Al-Kaukabri, pada awal abad ke-7 Hijriyah. Sultan Al-Muzhaffar mengundang seluruh rakyatnya dan ulama dari berbagai disiplin ilmu untuk merayakan Maulid Nabi dengan pengajian, sedekah, dan jamuan untuk rakyat.
Makna dan Hikmah Maulid Nabi
Maulid Nabi memiliki beberapa makna dan hikmah, antara lain:
- Ungkapan syukur: Maulid Nabi merupakan kesempatan untuk mensyukuri nikmat besar bagi umat manusia dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
- Pendidikan akhlak: Maulid Nabi menjadi momen untuk mempelajari dan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, seperti kejujuran, amanah, empati, dan keberanian.
- Penguatan identitas dan kebersamaan: Maulid Nabi mempersatukan warga dan komunitas dengan kegiatan bersama, seperti pengajian, sedekah, dan bakti sosial.
- Dakwah yang lembut dan menggembirakan: Maulid Nabi menjadi pintu masuk yang ramah untuk memperkenalkan nilai-nilai Islam dengan suasana syukur dan kegembiraan.
Tradisi Maulid Nabi di Indonesia
Di Indonesia, Maulid Nabi dirayakan dengan berbagai tradisi, seperti:
- Yasinan dan pengajian: Pembacaan Surah Yasin, tahlil, dan shalawat, diikuti dengan ceramah tentang sirah Nabi.
- Pembacaan shalawat dan maulid: Pembacaan teks pujian kepada Nabi, seperti Maulid Barzanji, Diba’, dan Simtud Durar.
- Hadrah dan rebana: Pertunjukan musik islami dengan rebana dan vokal shalawat.
- Grebeg Maulud dan Sekaten: Perayaan Maulid Nabi dengan gamelan pusaka dan ziarah. (*)












